Aturan Floating Leverage Yang Perlu Diketahui Trader Forex

Pembahasan tentang leverage biasanya hanya membahas seberapa besar leverage atau risiko leverage yang ideal bagi para pelaku trading Forex. Memang ada topik lain yang tidak kalah pentingnya yaitu aspek teknis penerapan leverage oleh broker forex.

Tahukah Anda bahwa broker forex dapat menggunakan leverage secara teratur atau berubah? Perbedaan cara kerja kedua jenis leverage ini jarang dibahas, sehingga seorang trader yang tidak paham akan merasa dijebak oleh broker. Meskipun broker forex biasanya menjelaskan hal ini kepada trader dalam syarat dan ketentuan atau dokumen lain saat membuka akun; tapi ya, siapa yang membaca dan benar-benar memahami pertanyaan dan jawaban !?

Perbedaan antara leverage tetap dan leverage mengambang

Sebagian besar broker forex menggunakan leverage tetap. Ini berarti leverage sudah ditetapkan dan tidak akan berubah. Jika Anda memilih leverage 1: 100 saat membuka akun, bagian ini akan digunakan untuk semua aktivitas perdagangan yang dilakukan melalui akun itu.

Leverage tetap hanya dapat diubah oleh trader di akunnya sendiri atau diubah oleh broker melalui pengumuman khusus sehubungan dengan perubahan peraturannya. Namun, ada sejumlah broker forex yang menggunakan floating leverage.

Floating leverage adalah jenis leverage yang akan bervariasi sesuai dengan pertumbuhan jumlah posisi terbuka. Asumsikan Anda biasanya berdagang dengan leverage 1: 500. Setelah jumlah total posisi terbuka Anda melebihi 3 juta USD, broker akan menggunakan leverage yang lebih rendah untuk posisi terbuka berikutnya, misalnya 1: 400.

Jika jumlah total posisi terbuka meningkat lagi menjadi $ 5 juta, broker selanjutnya akan mengurangi persentase leverage untuk posisi terbuka berikutnya. Mungkin hingga 1: 300 atau 1: 200. Ini akan terus berlanjut dan perubahan dilakukan secara otomatis ke akun tanpa pemberitahuan khusus.

Di akun yang menggunakan floating leverage, pedagang diminta untuk memberikan lebih banyak margin untuk mempertahankan posisi terbuka dalam volume perdagangan yang besar. Ini mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan bagi pedagang kecil yang terbiasa membuka posisi kecil. Namun, scalper, pengguna robot (penasihat ahli), dan trader lain yang biasanya membuka banyak posisi harus waspada terhadap floating leverage.

Mengapa broker menerapkan leverage mengambang (floating leverage)?

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa floating leverage merupakan risiko tinggi bagi para pedagang. Pedagang perlu merencanakan posisi pembukaan mereka lebih dekat dan memantau margin lebih dekat. Jika fluktuasi margin tidak diperhitungkan, akun yang salah akan menerima margin call dengan cepat.

Jadi mengapa broker menggunakan floating leverage? Salah satu alasan utama, broker merasa perlu mengurangi risiko yang mereka ambil dalam trading dalam jumlah besar.

Untuk alasan ini, broker dapat menggunakan berbagai jenis leverage untuk setiap jenis akun atau setiap kelas aset. Pialang dapat menggunakan leverage tetap untuk akun mikro, tetapi menggunakan leverage variabel untuk akun VIP. Pialang juga dapat menggunakan leverage tetap untuk membuka posisi di forex (mata uang), tetapi menerapkan floating leverage pada CFD ekuitas, ETF, dan cryptocurrency.

Aturan floating leverage umumnya dijelaskan di dokumen pembukaan akun awal, jadi trader tidak akan diberi tahu lagi saat broker mengubah leverage di akun. Namun, aturan untuk mengubah leverage bervariasi dari broker ke broker. Cara terbaik adalah mendapatkan Customer Service (CS) secara langsung jika Anda tidak tahu.

Broker forex yang terbiasa menggunakan leverage tetap juga dapat beralih sementara ke floating leverage untuk mengatasi peningkatan risiko pasar. Misalnya, pialang biasa menggunakan leverage 1:50 untuk komoditas energi tetapi mengubahnya menjadi fluktuasi antara 1:50 dan 1:20 karena kondisi pasar minyak dianggap sangat ekstrim selama periode waktu tertentu. Untuk perubahan semacam itu, broker biasanya mengirimkan pengumuman khusus melalui email pedagang.

Leave a Reply