Ulasan Film The Way I Love You, Dilema Antara Cinta dan Persahabatan

Bagi pecinta drama, The Way I Love You, yang tayang pada 7 Februari, bisa menghibur Anda. Film ini oleh Rudi Aryanto dimainkan oleh beberapa bintang muda Indonesia yang baru muncul. Syufa Hadju, Rizky Nazar, Tissa Biani dan Baskara Mahendra adalah karakter utama.

Lihat peringkat di bawah untuk melihat apakah film ini sesuai dengan selera Anda atau tidak. Tenang, tidak akan ada spoiler, mengapa?

1. Persahabatan Twilight dan Anya
Narated Twilight (Syifa Hadju) adalah sepupu dan teman Anya (Tissa Biani). Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat sebagai saudara dan belajar di sekolah yang sama. Anya memiliki kepribadian yang bahagia, penuh sesak, dan ingin tahu. Berbeda dengan matahari terbenam yang tenang dan pemalu. Mereka saling mencintai.

2. Teman mengobrol dengan Senja
Selama lebih dari sebulan, Twilight telah aktif berinteraksi dengan seseorang di dunia maya. Perlahan-lahan dia merasa bahwa dia menyukai obrolan teman dan memutuskan untuk bertemu dengannya secara langsung. Namanya Rasya (Baskara Mahendra), yang menggunakan nama pengguna BadBoy untuk mengobrol dengan Senja. Mereka mendekati dan mereka saling menyukai.

3. Anak-anak baru di sekolah
Sementara Anya jatuh cinta pada seorang anak baru di sekolahnya, Bara (Rizky Nazar). Kepribadian Bara yang bodoh, kaku dan selalu kesepian membuat Anya setengah mati dan bertekad untuk mengambil Bara sebagai kekasih.

4. Ketidaknyamanan saat senja ketika teman mengobrol langsung
Setelah bertemu dan mabuk pada hari pertama setelah sekian lama, Senja merasa tidak nyaman dan aneh bagi Rasya. Meskipun Rasya mencoba meyakinkan Dusk, semuanya tetap aneh dan tidak semanis mengobrol. Dawn mulai goyah dengan perasaannya pada Badboy.

Seperti kebanyakan drama rumah, The Way I Love You tidak akan membuat perbedaan besar. Dalam hal konspirasi yang terlalu sederhana, masyarakat bisa menebak sejak awal bagaimana melakukannya. Belum lagi pembacaan aktor utama yang membutuhkan banyak perbaikan, peringkat yang tepat untuk film ini adalah normal.

Sebaliknya, film ini masuk ke layar lebar, sedangkan ceritanya sering ditemukan di film-film televisi biasa. Tampaknya menjadi satu-satunya alasan untuk mengambil nama-nama yang terkenal dan terkenal. Untuk remaja, premisnya sangat mudah dikenali, tetapi di beberapa bagian agak buruk. Plot yang tersebar juga membuat film kurang menyenangkan karena orisinalitasnya.

Jangan lupa untuk terus mendukung perfilman Indonesia dengan menontonnya langsung di bioskop!
Kirim masukan
Histori
Disimpan
Komunitas

Leave a Reply