6 Tips Memberi Obat kepada Anak yang Sakit tanpa Menimbulkan Trauma

Dokter Mulya Rahma Karyanti, SpA., MD. dari rumah sakit Bunda Margonda, Depok, menjelaskan bahwa pemberian obat-obatan untuk anak-anak harus dipertimbangkan agar anak-anak tidak membenci obat. Juga, tidak ada masalah yang lebih rumit dan mengancam nyawa mereka.

Berikut ini adalah tips untuk memberikan obat kepada anak-anak setelah Mulya:

1. Hindari paksaan

Memaksa anak untuk minum obat hanya menyebabkan trauma. Paksaan juga bisa membuat anak menangis, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan tersedak

Bahkan teknik mencubit hidung bayi yang ingin dibuka mulutnya tidak dianjurkan.

Bayi baru lahir, terutama mereka yang berusia di bawah 4 bulan, belum dapat menelan dengan baik, sehingga asupan (termasuk obat) yang diminum dengan mekanisme pengisapan akan diterima.

Meremas hidung itu berbahaya, karena dikhawatirkan obat itu akan masuk ke paru-paru.

2. Jangan berbohong

Misalnya, ketika Anda mengatakan bahwa obat memiliki rasa yang manis, walaupun sebenarnya pahit. Anak itu cerdas dan memiliki ingatan yang baik. Alih-alih berbohong, berikan penjelasan (meski komunikasi masih terbatas) bahwa obat ini bisa menyembuhkan penyakit.

Cobalah untuk menemukan cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk minum obat. Ambil, misalnya, sendok obat seperti pesawat terbang yang siap masuk ke mulut Anda.

Saat sendok dipindahkan ke mulut, Anda menemani dengan suara yang mensimulasikan suara pesawat.

3. Gunakan instrumen

Ada berbagai alat bantu untuk minum obat pada anak-anak, misalnya. Seperti pipet, gelas ukur atau corong (tentu saja, tanpa jarum).

Alat-alat ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Misalnya, mengukur sendok cukup sulit untuk anak, mengingat ada risiko bahwa obat akan menumpahkan lebih banyak.

Nah, menggunakan pipet lebih mudah, tetapi pilih plastiknya. Pilih pipet yang terlihat jelas sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur yang benar.

Jika Anda meminum obat untuk bayi, minta pipet dipukul dengan mulut Anda (untuk mencegah bakteri). Beberapa pipet juga berfungsi sebagai penutup obat.

Sebagai tindakan pencegahan, cuci pipet setiap kali digunakan dan rendam dalam air mendidih selama 10 menit, keringkan dan tutup.

Cara lain untuk meminum obat untuk anak-anak adalah dengan menggunakan botol dot.

Campurkan obat dengan air manis dan tempatkan dalam botol dot kecil. Airnya tidak boleh terlalu banyak, dosisnya sudah cukup untuk melarutkan obat.

Misalnya, 1 bungkus bubuk atau 1 sendok teh sirup dengan 5-10 ml air. Kocok atau aduk merata sebelum mencampur untuk memberi anak.

4. Posisikan secara vertikal

Posisi terbaik ketika anak menerima obat adalah dalam posisi vertikal (dengan posisi anak di lengan ibu). Dalam posisi ini, orang tua lebih mudah memasukkan obat dan meminimalkan risiko tersedak bagi anak.

5. Masukkan obat di sisi mulut

Jangan letakkan obat di tengah atau di poros mulut karena kemungkinan akan memasuki saluran udara.

Alternatif terbaik adalah menempatkan obat di pipi kanan atau kiri (dengan pipet / gelas ukur).

Tempat-tempat ini jauh lebih aman karena sudah pasti obat itu tidak akan masuk ke saluran udara.

6. Berikan obat sebelum makan.

Jika anak sering muntah, obat harus diberikan setengah jam sebelum makan.

Secara umum, kondisi perut kosong tidak akan menyebabkan muntah.

Sebaliknya, obat yang diberikan ketika bayi menjadi penuh dapat mendorong anak untuk muntah makanan. Jangan khawatir, obat-obatan untuk anak-anak umumnya aman sebelum dimakan.

Leave a Reply